Globalization and Identity: Dialectics of Flow and Closure
By I Wayan Suyadnya
This essay is written based on Birgit Meyer and Peter Geschiere’s work. This essay is about Globalization and identity and it is divided into three parts. The first is of ‘Flux’ and ‘Fix’: Locality as an Issue, it is about the highlights of precariousness of locality and the problem of how to deal with ‘flow’ and ‘closure’. The second part is globalization and identity, it explains about problems dealing with globalization and identity. The last part of the article is about the book’s writers’ point of view about globalization and identity. Read more…
Genosida di Indonesia?
“Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain”
- Pramoedya Ananta Toer.
Tulisan ini terinspirasi ketika penulis membaca kembali buku-buku Mas Pramoedya, Jalan Raya Pos, Jalan Raya Daendels, yang diterbitkan kembali oleh penerbit Lentera Dipantera. Membaca kembali karya-karya Mas Pram yang sudah lama ternyata masih sangat relevan dalam situasi saat ini. Apalagi ini menjelang Pilpres…nuansa sebagai bangsa terjajah sangat kental terasa, dan benar kata Mas Pram, inilah negeri budak, budak di antara dan bagi bangsa-banga lain. Ternyata memang kenyataannya, penjajalahn selama hampir tiga abad tersebut belum memberikan pelajaran yang berharga bagi bangsa ini untuk lebih menaikkan status sosialnya di mata bangsa-bangsa dan negara-negara lain. Membayangkan ketika menelusuri Jalan Raya di Pulau Jawa yang lebih dikenal dengan sebutan Jalan Daendels, terbayang sebuah penderitaan yang mengerikan pernah dialami bangsa ini. Sebuah Genosida! Begitu Mas Pram, memberikan sebuah penggambaran. Read more…
Rennsport
Aus der Spiegel
Der Formel 1 fehlt offenbar ein Quoten=Schumi: Seit dem Abtritt des Rekordrenfahrers Michael Schumacher 2006 aus dem Profi-Motorsport liegen die Zushauerzahlen im Schnitt untuer den Werten der letzen Saison, in der siebenfache Weltmeister noch am Start war. So vervolgten am vergangenen Sonntag gerade einmal 4,96 Milionen Zuschauer das Rennen in Monaco – das sind rund 1,4 Milionen wenigerals im vergangenen Jahr und sogar 4,3 Millionen Zuschauer weniger als beim letzen Auftritt des Kerpeners im Mai 2006. In dieser Saison hatte RTL bisher im Schnitt 4,9 Millionen Zuschauer, 2006 zur gleichen Zeit noch 7,29 Milionen
der Spiegel (23/30.5.09)
Stratifikasi Sosial: Sebuah Catatan Awal
Oleh I Wayan Suyadnya
Masyarakat merupakan sekumpulan individu yang membentuk sistem sosial tertentu dan secara bersama-sama memiliki tujuan bersama yang hendak dicapai, dan hidup dalam satu wilayah tertentu (dengan batas daerah tertentu) serta memiliki pemerintahan untuk mengatur tujuan-tujuan kelompoknya atau individu dalam organisasinya. Dalam masyarakat itu kemudian semakin lama terbentuk suatu struktur yang jelas yaitu terbentuknya kebiasaan-kebiasaan, cara (usage), nilai/norma dan adat istiadat. Struktur sosial yang terbentuk ini kemudian lama kelamaan menyebabkan adanya spesialisasi dalam masyarakat yang mengarah terciptanya status sosial yang berbeda antar individu. Read more…
“Ngelindur” Seni Budaya di Jawa Timur
Oleh I Wayan Suyadnya
(Tulisan ini telah dimuat tanggal 15 Juli 2008 di Harian Kompas Edisi Jawa Timur)
Sekali lagi masyarakat Jawa Timur umumnya dan masyarakat Pariwisata, seni dan budaya khususnya disuguhi festival tahunan seni budaya yang bertajuk Cross Culture Festival 2008. Festival ini bertujuan melestarikan dan mengembangkan budaya daerah serta mengenalkan kesenian dari negara lain. Festival Tahunan yang menginjak perhelatan ke-3 tahun ini melibatkan tujuh negara yaitu China, Korea Selatan, Thailand, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Jepang dan Brazil, yang tentu saja sejumlah provinsi dan kabupaten di Jawa Timur juga turut berpartisipasi (Kompas, 5/6/2008). Read more…
“Ono, Penari Sipit Nari Tari Payung di TP…”
Begitu menginjakkan kaki di Surabaya tanggal 3 Juli kemarin dari Singapore untuk tugas sampingan (begitu mahasiswa saya menyebutnya…) selama 8 hari, waktu sudah menunjukkan pukul 09.05 WIB, jadi pas 2 jam perjalan dari Singapore, penerbangan dengan menggunakan Silk Air (anak perusahan penerbangan dari Singapore Airlines/SQ) memang betul-betul mengutamakan ketetapatan waktu, tidak seperti penerbangan nasional yang seenaknya sendiri mengacauka lalu lintas penerbangan dan membikin sengsara penumpang di terminal keberangkatan tanpa diberikan makan dan minum. Panas Surabaya pun menyengat minta ampun. Segera saja, berangkat kembali ke Malang sambil mendengarkan radio Suara Surabaya (SS) di gelombang 100,00 FM, ada informasi menarik tentang festival ke-3 cross culture 2008 yang katanya akan diikuti oleh beberapa negara. Acara ini diagendakan berlangsung selama sebulan penuh. Read more…
Anak-anak Kita dan Genggaman Teknologi
Oleh I Wayan Suyadnya
Seorang teman menceritakan anaknya yang sekarang duduk di kelas 4 SD menuntut untuk dibelikan handphone (HP) karena mendapatkan nilai tertinggi dalam ulangan matematika di kelasnya. Celakanya teman ini telah menjanjikan anaknya ini, “ jangan lupa ma, yang pakai kamera ya.., seperti punya temen-temen lain di sekolah” itu kata-kata tambahan yang katanya muncul dari bibir si anak. Read more…